Lingkaranberita.com, Penajam Paser Utara – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi gerbang utama menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di PPU harus segera diprioritaskan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Dr. Muhadjir Effendy, saat kunjungan kerja di PPU beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungannya yang difokuskan pada penanganan percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem, Menko PMK menekankan pentingnya perbaikan lembaga pendidikan di PPU. “Mulai dari ibu hamil hingga anak-anak balita, dan nanti saat mereka masuk sekolah, semua lembaga pendidikan di PPU harus dibenahi. Ini agar SDM di PPU mampu mengisi peluang kerja yang tersedia di IKN,” ujar Muhadjir Effendy di Gedung Serbaguna, Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam.
Muhadjir juga mengungkapkan inisiatif Kementerian PMK untuk mendirikan perguruan tinggi swasta dari Jakarta di Kabupaten PPU. Hal ini diharapkan memudahkan generasi muda PPU mengakses pendidikan tinggi yang akan sangat dibutuhkan oleh IKN.
Menurutnya, masyarakat PPU harus dapat merasakan manfaat dari keberadaan IKN. Untuk itu, generasi cerdas perlu dipersiapkan sejak dini, terutama melalui pemberian gizi seimbang kepada anak-anak. “Anak-anak kita harus diberi makanan bergizi, minimal mencakup protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang cukup. Ini tugas kita bersama,” tegasnya.
Muhadjir menekankan bahwa anak-anak PPU harus siap menjadi pengendali masa depan daerah mereka, bukan sekadar menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri.
Berdasarkan laporan dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), prevalensi stunting di wilayah ini masih tinggi. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021-2022 mencatat peningkatan stunting sebesar 1,1 persen, dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen. Meski pada tahun 2023 angka ini turun menjadi 22 persen, masih berada di atas rata-rata nasional.
“Masalah stunting ini masih butuh kerja keras. Walaupun data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) menunjukkan angka stunting di Kaltim sudah turun menjadi 18 persen,” jelasnya.
Acara kunjungan kerja ini juga diisi dengan dialog bersama masyarakat dan penyerahan bantuan oleh Menko PMK kepada warga di sekitar Kelurahan Sotek. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Bapelitbang Kabupaten PPU Tur Wahyu Sutrisno, Kepala Dinas Kesehatan PPU Jansje Grace Makisurat, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(adv/kominfoppu)