• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Lonjakan Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual pada Anak di Kukar: Tantangan Serius pada Awal 2024

16/03/2024
in KUKAR
0

ILUSTRASI- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto/ist)

533
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Kabar mengenai lonjakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada awal 2024 mengejutkan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar mencatat bahwa dalam dua bulan pertama tahun ini, telah terjadi 30 kasus yang memprihatinkan.

Related Posts

Dewantara Collective Sambangi SMAN 3 Tenggarong, Dorong Pelajar Berani Tentukan Masa Depan

Tangga Arung Square Bangkitkan Denyut Ekonomi Baru, Wajah Tenggarong Kian Modern

Kerja Nyata Edi Damansyah Dapat Apresiasi Akademisi, Kukar Terus Maju

Tamat Sudah “Gelombang Darat” di Tama Pole, Wabup Kukar Tinjau Langsung Perbaikan Jalan

Sekretaris DP3A Kukar, Hero Suprayetno, mengungkapkan bahwa salah satu kasus terbaru melibatkan tiga anak di Sebulu yang menjadi korban pelecehan seksual dari dua orang kakek. Langkah tanggap telah diambil dengan mengirimkan tim profesional untuk memberikan pendampingan kepada korban, termasuk psikolog untuk penanganan trauma dan ahli hukum untuk aspek hukumnya.

Hero menegaskan bahwa kekerasan seksual pada anak umumnya dilakukan oleh orang-orang yang dikenal dekat dengan korban, seperti keluarga, saudara, tetangga, bahkan orang tua sendiri. Hal ini menandakan perlunya kesadaran dan edukasi seksual yang lebih baik di masyarakat.

Menyokong pendapat Hero, Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Faridah, menambahkan bahwa kurangnya edukasi seksual menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual. Dia menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Faridah juga mengajak agar masyarakat tidak ragu melaporkan kasus kekerasan seksual kepada pihak berwajib, serta memperkuat pengawasan dan penanganan kasus melalui Satuan Tugas PPA yang telah dibangun di 193 desa sejak tahun 2022 oleh Pemkab Kukar.(adv/kominfokukar)

SendShare32
Next Post

Sosialisasi Beasiswa Kukar Idaman 2024 Membidik Pelajar di Pulau Jawa dan Sulawesi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.