Lingkaranberita.com, TENGGARONG– Pertanian, perkebunan, dan peternakan tak lagi menjadi sektor terlupakan di Kutai Kartanegara, melainkan menjadi pilar utama ekonomi yang diberi perhatian serius. Namun, masih ada petani yang belum merasakan sentuhan bantuan.
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk mendukung sektor pertanian, menandai komitmen besar dalam membangun kemandirian pangan.
Dorongan kuat pemerintah terhadap sektor pertanian tidaklah mengherankan mengingat Kukar dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur (Kaltim), serta sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, dengan penuh semangat menyatakan bahwa anggaran sebesar ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, dan akan disalurkan untuk berbagai kebutuhan petani.
“Anggaran ini akan menjadi jawaban atas kebutuhan petani kami. Kami bertekad untuk terus memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Rendi Solihin pada Jumat (15/3/2024).
Bukan hanya sekadar janji, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah secara aktif memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk pupuk, bibit, alsintan, hingga perbaikan infrastruktur jalan menuju lahan pertanian.
Rendi menegaskan bahwa program bantuan ini tidak akan berhenti pada tahun 2024. Anggaran yang telah dialokasikan menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah untuk mendukung pertanian di Kukar.
Sementara itu, Rendi juga mengajak kelompok tani untuk mengajukan proposal bantuan, sehingga pemerintah dapat lebih memahami kebutuhan yang sesungguhnya.
“Pertanian modernisasi terus kami dorong, dan kami membuka pintu lebar untuk masukan dari para petani,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur jalan, Pemkab Kutai Kartanegara juga terus membangun infrastruktur pertanian lainnya, termasuk jaringan irigasi untuk mendukung produksi padi sawah di lima kawasan pertanian.
Muhamad Rifani, Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian merupakan bagian dari program strategis daerah.
“Peningkatan irigasi menjadi fokus utama dalam lima tahun ke depan,” ujar Rifani.
Pembangunan infrastruktur irigasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala petani padi sawah dalam hal pasokan air selama musim tanam, serta meningkatkan produksi pertanian secara keseluruhan.
Dengan berbagai upaya ini, Kukar semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan pertanian di Indonesia, dengan luas lahan pertanian terpadu mencapai 7.628 hektare.(adv/kominfokukar)