Lingkaranberita.com, PENAJAM – Suatu momen yang sarat emosi terjadi ketika Herlina, istri almarhum Wahdiat Alghazali, menerima penghargaan atas karya lagu Hymne Penajam Paser Utara (PPU) yang ditinggalkan suaminya.
Dalam paripurna belum lama ini, dengan air mata tak terbendung, Herlina berbagi kesan tentang warisan musik yang meninggalkan jejak mendalam bagi PPU.
“Dari satu kepulangan ke PPU untuk menerima penghargaan ini, air mata ini sulit ditahan,” ujarnya dengan suara gemetar kepada media.
Herlina menegaskan bahwa suaminya telah menciptakan banyak lagu selama hidupnya, termasuk dari Partai Hanura, Mars Kota Bontang, hingga beberapa institusi pendidikan tinggi. “Saya bersyukur bahwa almarhum telah meninggalkan warisan berharga bagi anak-anak,” tambahnya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pembangunan bisa terwujud melalui karya dan ketulusan, tidak selalu harus melibatkan tenaga fisik. “Ternyata melalui seni, dia juga bisa berkontribusi. Saya bersyukur bahwa PPU memiliki lagu yang begitu memukau. Setiap kali kita menyanyikannya, selalu ada air mata yang mengalir,” ungkapnya sambil tersenyum getir.
Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor, menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi almarhum terhadap PPU. “Selain Hymne PPU, Mars Benuo Taka karya M Saad Aly juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bersama dalam membangun PPU,” imbuhnya. (adv/dprdpenajam)