Lingkaranberita.com, TELEN – Suasana bahagia mewarnai warga Telen dengan kedatangan berita gembira. Kini mereka dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.
Inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bontang meresmikan penambahan jam operasional listrik.
Dari delapan desa di Kecamatan Telen, tujuh desa telah merasakan manfaat listrik PLN selama 24 jam, dengan hanya satu desa lagi yang menunggu giliran, yaitu Desa Rantau Panjang.
Peresmian ini mencakup Desa Juk Ayak, Long Segar, dan Kernyanyan, serta Desa Marah Haloq, Lung Melah, dan Long Noran. Sementara Desa Muara Pantun telah menikmati layanan ini beberapa tahun lalu.
Bupati Ardiansyah Sulaiman yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan akses listrik bagi masyarakat. Dari 139 desa, tinggal 24 desa lagi yang menanti layanan serupa.
Ardiansyah Sulaiman juga mengimbau partisipasi masyarakat dalam menjaga infrastruktur listrik tersebut. Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pemasangan instalasi listrik di rumah untuk mencegah risiko konsleting.
Untuk capaian positif ini, Ardiansyah berterima kasih kepada UP3 PLN Bontang, masyarakat, dan perusahaan yang turut serta dalam penyediaan jalur pemasangan jaringan listrik.
Sebelumnya, Kepala Bagian SDA Setkab Kutim, Arif Nur Wahyuni, menjelaskan bahwa sebelumnya listrik hanya tersedia selama 12-14 jam per hari. Kini, dengan layanan 24 jam, warga tidak lagi perlu mengandalkan genset yang mahal operasionalnya.
Hal ini diharapkan dapat memangkas biaya penggunaan solar serta memberikan akses informasi dan layanan yang lebih mudah, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Dengan harapan besar agar seluruh desa di Kutim dapat menikmati layanan listrik serupa, tantangan terbesar kini adalah merealisasikan listrik 24 jam di wilayah terluar seperti Kecamatan Karangan, Busang, dan Sandaran. (adv/Kutim)