Lingkaranberita.com, SANGATTA – Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) dan Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Kutai Timur (Kutim) telah dipercayakan sebagai perekat bagi umat, memainkan peran penting dalam menjaga kerukunan dan toleransi di daerah ini.
Bupati Kutai Timur, H Ardiansyah Sulaiman, dengan tegas menekankan pentingnya musyawarah dan kesepakatan bersama dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama. “Musyawarah mufakat adalah landasan bagi keputusan tertinggi,” ungkapnya saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BAMAG 2023-2028 dan Dewan Pimpinan Cabang PIKI Kutim periode 2024-2029.
Ardiansyah meminta BAMAG sebagai representasi antar gereja untuk tidak hanya menjadi pengayom, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam masyarakat. Selain itu, ia mengajak umat Kristen di Kutim untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah, yang menjadi fondasi utama bagi pembangunan yang berkelanjutan.
“Pesan saya, mari kita terus memotivasi umat untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kutim,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PIKI Kalimantan Timur, Yulianus Henock Sumual, menegaskan peran PIKI sebagai lembaga yang mendorong pemikiran positif tentang peran gereja dalam masyarakat. Ia berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat menjadi penyeimbang dan pencerahan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Dengan dilantiknya pengurus BAMAG dan PIKI, diharapkan mereka dapat menjadi ‘garam dan terang’ dalam memandu umat serta membangun fondasi yang kokoh bagi kerukunan dan kemajuan di Kutai Timur. (adv/Kutim)