Lingkaranberita.com, SANGATTA – Antusiasme meluap dari warga asal Tana Toraja, yang dikenal dengan sebutan “Tondok Lepongan Bulan Tana Matari Allo”, di Kutai Timur saat mereka mengikuti pemilihan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) untuk periode 2024-2029.
Dalam kontestasi ini, terdapat dua kandidat utama yang bersaing memperebutkan jabatan inti, dengan nomor urut 1 yang diwakili oleh calon Ketua Pither Buyang, Sekretaris Haryudi Patattan, dan Bendahara Sesthy Bumbungan. Sedangkan nomor urut 2 diisi oleh Ketua Pdt. Obed Langden, Sekretaris Daniel Karangan, dan Bendahara Zakeus Rexy.
Sejak pagi, ratusan warga Toraja telah memadati Sekretariat IKAT di Jalan Soekarno Hatta untuk menyalurkan hak suara mereka dalam pemilihan pengurus baru. Mereka berharap pemimpin baru ini dapat menjadi perwakilan yang efektif bagi warga Toraja, menjembatani aspirasi mereka dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, serta memberikan bantuan saat masyarakat membutuhkan.
Salah satu warga Toraja yang telah memberikan suaranya menyatakan harapannya agar kepengurusan baru dapat memberikan perlindungan dan pelayanan yang merata kepada seluruh warga Toraja, tanpa memandang perbedaan, serta responsif dalam menanggapi setiap persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Pemilihan pengurus ini dipandang sebagai awal yang baik untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan.
“Kita adalah pembentuk masa depan, mari kita bangun fondasi pilihan kita dengan damai dan persatuan. Ketika ada masalah atau aspirasi dari warga, pengurus harus bersikap responsif dan merangkul semua,” ujarnya.
Di sisi lain, Monica, seorang warga Toraja yang tinggal di Jalan Beruang, Desa Singa Gembara, menegaskan bahwa pemilihan langsung ini merupakan salah satu cara untuk memilih para pengurus secara demokratis. Dia menyatakan dukungannya terhadap proses demokrasi yang berjalan lancar.
Bagi Monica, pemilu bukan hanya tentang pesta demokrasi, tetapi juga tentang panggung perdamaian di mana setiap suara memiliki nilai penting sebagai penentu arah kebijakan dalam bermasyarakat. “Siapapun yang terpilih nantinya, ini adalah keputusan yang bijaksana dan matang dalam sebuah kontestasi,” tambah Monica. (adv/Kutim)