lingkaranberita.com, MALANG– Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mempertegas kiprahnya di tingkat internasional melalui program pengabdian masyarakat yang menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Kegiatan edukatif ini digelar di Pingtung pada Minggu, 29 Maret 2026, dengan fokus pada peningkatan kesiapan PMI menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Mengangkat tema tentang strategi menghadapi gejolak geopolitik, kegiatan ini menghadirkan akademisi Unisma, Prof. Novi Arfarita, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia mengulas perkembangan situasi global terkini yang dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, keamanan kawasan, hingga keberlangsungan kerja para PMI di luar negeri.
Menurutnya, perubahan global yang cepat menuntut kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi pekerjaan, tetapi juga mental dan finansial. PMI, kata dia, perlu dibekali pemahaman dasar terkait geopolitik agar mampu membaca situasi dan mengambil keputusan secara tepat di tengah ketidakpastian.
“Ketahanan individu sangat penting. Dengan pemahaman yang cukup, PMI bisa lebih sigap menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul akibat dinamika global,” ungkapnya dalam sesi dialog interaktif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi akademik Unisma dengan National Pingtung University of Science and Technology. Di sela agenda riset tersebut, Prof. Novi turut meluangkan waktu untuk berdialog langsung dengan komunitas diaspora Indonesia, khususnya PMI yang bekerja di wilayah Pingtung.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Pihak komunitas PCI NU Pingtung menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi PMI saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan global yang berdampak pada sektor ketenagakerjaan.
Selain membahas isu geopolitik, peserta juga mendapatkan panduan praktis, mulai dari pentingnya memperkuat jaringan komunitas, meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, hingga aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah Indonesia dan otoritas setempat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif membuka ruang bagi PMI untuk menyampaikan pengalaman, kekhawatiran, hingga pertanyaan terkait kondisi kerja mereka di tengah situasi global yang tidak menentu.
Melalui program ini, Unisma menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam mendampingi masyarakat, termasuk diaspora Indonesia di luar negeri.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan PMI dalam menghadapi tantangan global.(usm)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id