lingkaranberita.com, Aceh Tengah – Sunyi dan keterisolasian yang membelenggu lima desa di pedalaman Aceh Tengah akhirnya terurai. Setelah tiga bulan terputus akibat banjir dan longsor, akses vital di Sungai Kala Ili kembali terbuka berkat kerja keras prajurit jajaran yang membangun jembatan darurat penghubung antarwilayah.
Selama tiga pekan penuh, 30 personel Zeni Tempur di bawah komando Letda Czi Taufiq berjibaku di medan berat, bersinergi dengan dan masyarakat setempat. Mereka membangun jembatan yang kini mampu dilalui kendaraan roda empat, sekaligus menandai berakhirnya keterisolasian Desa Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, dan Reje Payung.
Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan apung seadanya yang membatasi mobilitas dan distribusi logistik. Kehadiran jembatan darurat Kala Ili menjadi angin segar, membuka kembali jalur ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang sempat lumpuh akibat bencana.
Semangat gotong royong mewarnai setiap tahap pembangunan. Prajurit, relawan, dan warga bahu-membahu menaklukkan arus sungai serta kontur tanah yang labil demi memastikan akses darurat ini dapat digunakan secepat mungkin.
Kapendam VI/Mulawarman, , menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Menurutnya, prajurit tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi di wilayah terdampak bencana.
“Setiap langkah prajurit harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol kepedulian dan harapan baru bagi warga,” ujarnya.
Dengan rampungnya jembatan darurat Kala Ili, roda kehidupan masyarakat di perlahan kembali berputar. Di balik rangka baja dan papan kayu itu, terpatri semangat pengabdian prajurit Zeni yang terus menjawab panggilan kemanusiaan di setiap medan tugas.(dam)