Lingkaranberita.com, Penajam — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan menghimpun seluruh bukti pendukung program dari perangkat daerah hingga level desa. Agenda ini dibahas dalam Rakor Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Bapelitbang PPU, Kamis (4/12/2025).
Asisten I Sekda PPU, Niko Herlambang, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal setelah Bupati melakukan diskusi langsung dengan Wakil Menteri Kependudukan terkait strategi lanjutan penanganan stunting.
“Semua laporan—mulai dari EPPGBM 2022–2024, capaian intervensi gizi, rekam program lintas sektor, hingga rincian anggaran harus dikumpulkan. Ini penting sebagai dasar untuk pertemuan lanjutan bersama Forkopimda dan perangkat daerah,” jelasnya.
Niko juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak menutup ruang diskusi terkait perbedaan pandangan mengenai angka prevalensi stunting.
“Jika ada pihak yang percaya angka SSGI 32 persen itu benar, silakan sampaikan. Rakor ini memang kami siapkan untuk membuka ruang dialog yang objektif,” katanya.
Selain sebagai forum klarifikasi, rakor ini juga menjadi pijakan untuk merancang strategi 2026, mengingat stunting menjadi salah satu isu prioritas Pemkab PPU. Bupati, kata Niko, bahkan pada hari yang sama tengah berdialog dengan para camat, lurah, dan desa mengenai agenda pembangunan 2026, termasuk program percepatan penurunan stunting.
Pemerintah daerah berharap rakor seperti ini dapat digelar rutin guna memastikan seluruh pihak bergerak dalam peta jalan yang sama.
“Semua pihak harus memiliki persepsi yang selaras agar upaya penurunan stunting tidak bias dan tepat sasaran,” tandasnya.(adv/kominfoppu)