• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Bapelitbang Kumpulkan Bukti Pendukung, PPU Siapkan Langkah Lanjutan Tekan Stunting Tahun 2026

04/12/2025
in PENAJAM
0

Asisten I Sekda PPU, Niko Herlambang abadikan momen bersama peserta pertemuan.(ist)

529
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan menghimpun seluruh bukti pendukung program dari perangkat daerah hingga level desa. Agenda ini dibahas dalam Rakor Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Bapelitbang PPU, Kamis (4/12/2025).

Related Posts

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

PPU Gencarkan Sosialisasi Aturan Ketenagakerjaan, 147 Perusahaan Mulai Lengkapi Laporan Operasi

Asisten I Sekda PPU, Niko Herlambang, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal setelah Bupati melakukan diskusi langsung dengan Wakil Menteri Kependudukan terkait strategi lanjutan penanganan stunting.

“Semua laporan—mulai dari EPPGBM 2022–2024, capaian intervensi gizi, rekam program lintas sektor, hingga rincian anggaran harus dikumpulkan. Ini penting sebagai dasar untuk pertemuan lanjutan bersama Forkopimda dan perangkat daerah,” jelasnya.

Niko juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak menutup ruang diskusi terkait perbedaan pandangan mengenai angka prevalensi stunting.

“Jika ada pihak yang percaya angka SSGI 32 persen itu benar, silakan sampaikan. Rakor ini memang kami siapkan untuk membuka ruang dialog yang objektif,” katanya.

Selain sebagai forum klarifikasi, rakor ini juga menjadi pijakan untuk merancang strategi 2026, mengingat stunting menjadi salah satu isu prioritas Pemkab PPU. Bupati, kata Niko, bahkan pada hari yang sama tengah berdialog dengan para camat, lurah, dan desa mengenai agenda pembangunan 2026, termasuk program percepatan penurunan stunting.

Pemerintah daerah berharap rakor seperti ini dapat digelar rutin guna memastikan seluruh pihak bergerak dalam peta jalan yang sama.

“Semua pihak harus memiliki persepsi yang selaras agar upaya penurunan stunting tidak bias dan tepat sasaran,” tandasnya.(adv/kominfoppu)

SendShare32
Next Post

Anggaran Terbatas, Dishub Tekankan Kolaborasi Antardinas sebagai Kunci Pemerataan Infrastruktur PPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.7k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
1.9k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.