• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

BKKBN Apresiasi Program CINTA sebagai Model Pencegahan Stunting di Daerah

03/12/2025
in PENAJAM
0

Bupati PPU Mudyat Noor abadikan momen bersama wakil menteri usai kunjungan.(ist)

529
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, JAKARTA — Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam menurunkan angka stunting melalui Program CINTA mendapat apresiasi dari BKKBN. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat menerima audiensi Bupati PPU Mudyat Noor di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Related Posts

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

PPU Gencarkan Sosialisasi Aturan Ketenagakerjaan, 147 Perusahaan Mulai Lengkapi Laporan Operasi

Dalam diskusi tersebut, Bupati Mudyat menjelaskan bahwa Program CINTA menempatkan ibu, anak, dan remaja perempuan sebagai sasaran utama. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan keluarga saat ini, seperti risiko pernikahan dini, kurang gizi, hingga peningkatan kasus kesehatan ibu dan bayi.

“Program CINTA kami rancang sebagai upaya membangun ketahanan keluarga. Pola asuh, komunikasi keluarga, hingga penguatan karakter menjadi fondasi dalam mencegah stunting sejak dini,” ungkap Mudyat.

Wamen BKKBN menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai PPU sebagai salah satu daerah yang berupaya serius memperkuat strategi pencegahan berbasis keluarga. Ia menyebut pendekatan PPU sejalan dengan fokus nasional dalam menciptakan keluarga berkualitas dan memutus rantai risiko stunting.

Selain edukasi, program ini juga akan menghadirkan pendampingan berkelanjutan yang melibatkan tenaga kesehatan, kader keluarga, serta tokoh masyarakat. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu memberi dampak langsung pada kualitas tumbuh kembang anak.

Bupati Mudyat menegaskan bahwa PPU berkomitmen menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan. “Harapannya, setiap anak di PPU memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.(adv/kominfoppu)

SendShare32
Next Post

Bupati Mudyat Fokus Maksimalkan Program KUR dan Rumah Subsidi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.7k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
1.9k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.