lingkaranberita.com, PENAJAM — Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperketat pemantauan distribusi BBM bersubsidi ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang berpotensi memicu antrean panjang.
Asisten II Setda PPU, Sodikin, mengatakan proyeksi peningkatan konsumsi BBM biasanya terjadi di pekan akhir tahun. Namun ia memastikan bahwa pemerintah daerah bersama Pertamina telah menyiapkan pola distribusi fleksibel untuk menjaga pasokan tetap lancar.
Salah satu strategi yang disiapkan yaitu skema pergeseran jatah antar-SPBU apabila ditemukan potensi kekurangan suplai di titik tertentu. Sistem ini memungkinkan redistribusi stok tanpa mengubah total kuota.
“Pergeseran itu murni langkah administratif. Kalau ada SPBU yang kekurangan, suplai dapat dialihkan dari SPBU lain atau dari kabupaten terdekat,” ujarnya.
Sodikin menilai, koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU sangat menentukan kelancaran pasokan selama periode libur panjang.
Selain itu, Pemkab PPU juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, karena kondisi stok hingga awal Desember masih terpantau stabil.
“Sampai sekarang tidak ada laporan kelangkaan. Semua masih aman,” tegasnya.
Pemkab menargetkan seluruh distribusi BBM berjalan lancar hingga puncak arus liburan Tahun Baru 2026.(adv/kominfoppu)