Lingkaranberita.com, PENAJAM — Tausiyah Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menjadi pusat perhatian dalam Tablig Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah PPU. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah merenungkan kembali arah hidup melalui muhasabah dan penguatan nilai tauhid sebagai prinsip utama gerakan Muhammadiyah.
Mengangkat kisah kaum Saba dalam Surah Saba’, Andi Harun menegaskan bahwa kehancuran suatu negeri berawal dari hilangnya rasa syukur. Ia mengingatkan pentingnya pertanyaan fundamental “Fa’aina tazhabun?”—ke mana arah hidup yang kita tuju—sebagai landasan memperbaiki diri.
Selain itu, ia menyinggung sejarah Baitul Arqam sebagai simbol awal perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Menurutnya, nilai keberanian, keteguhan, dan kesederhanaan yang diwariskan dari fase tersebut menjadi roh kaderisasi Muhammadiyah hingga kini.
Andi Harun juga menekankan bahwa gerakan keagamaan harus hadir dalam aksi nyata. Ia mengingatkan agar lembaga-lembaga Islam, termasuk Muhammadiyah, benar-benar menyalurkan dana sosial dan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, dan warga yang membutuhkan. “Tauhid tidak hanya diyakini, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan kerja-kerja sosial,” tutupnya.(adv/kominfoppu)