Lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA — Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga dua tahun mendatang. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bergerak cepat menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi jangka panjang.
Menurut Kepala DLH PPU, Safwana, TPA Buluminung kini hanya berfungsi sebagai lokasi pembuangan tanpa proses pengolahan. Sementara volume sampah harian terus meningkat dan mempersempit usia operasional TPA.
“Paling lama dua tahun TPA akan penuh. Karena itu kami mengusulkan pembangunan TPST baru,” ucapnya.
Safwana menjelaskan bahwa pemerintah pusat sudah tidak merekomendasikan pembangunan TPA baru. Arah kebijakan kini menekankan pengolahan sampah terpadu dengan teknologi modern—mulai dari pemilahan, daur ulang, hingga potensi konversi menjadi energi atau komoditas lain.
TPST Buluminung nantinya diharapkan tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan lanjutan. DLH telah melakukan studi tiru ke sejumlah daerah di Jawa untuk memilih model teknologi yang paling tepat diterapkan di PPU.
“Kami sudah studi banding melihat bagaimana sampah bisa diolah menjadi berbagai produk. Semua hasilnya akan jadi dasar penentuan teknologi final,” pungkasnya.(adv/Kominfo)