• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Mbalah Aswaja Unisma Kupas Jalan Menjernihkan Hati di Tengah Modernitas

16/11/2025
in EDUCATION
0

Mbalah Aswaja kali ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum, selaku pemateri.(ist)

530
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, MALANG — Di tengah derasnya ritme kehidupan modern, Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menghadirkan ruang kontemplasi bagi civitas akademika melalui Mbalah Aswaja, yang digelar di Masjid Ainul Yaqin UNISMA pada Rabu (12/11). Kali ini, forum tersebut menghadirkan Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum, untuk mengulas bagaimana ajaran tasawuf dapat menjadi panduan aktual bagi manusia masa kini.

Related Posts

Refleksi Akhir Tahun, UNISMA Gelar Dzikir Bersama dan Kenang 16 Tahun Wafatnya Gus Dur

Perluas Jejaring Global, UNISMA Buka Peluang Kolaborasi Strategis dengan Kampus Malaysia

Inovasi Limbah Jadi Energi Antar UNISMA Raih Emas di Olimpiade Sains Internasional

Perkuat Jejaring Global, UNISMA Jajaki Riset dan Pertukaran Akademik dengan Kampus Kedokteran Terkemuka Taiwan

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

Dengan mengangkat tema “Tasawuf & Aktualisasi Diri dalam Kehidupan Modern”, Prof. Ali membuka pemaparan dengan dua pertanyaan mendasar: apakah manusia hadir di dunia sebagai tujuan atau sekadar perantara menuju akhirat, serta mengapa manusia yang diciptakan pada derajat tertinggi justru bisa terjatuh pada titik paling rendah.

Tasawuf sebagai Jalan Pulang: Dari Makrifatun Nafs menuju Makrifatullah

Dua pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Prof. Ali untuk membahas hakikat penciptaan manusia. Menurutnya, dunia sejatinya hanyalah persinggahan. Banyak manusia terjebak dalam “fatamorgana kehidupan”, hingga lupa tujuan utama keberadaan mereka.

“Kalau seseorang sudah paham tujuan hidupnya, ia harus mulai menyiapkan bekal ruhani yang sejati, yaitu makrifatullah—mengenal Allah dengan kesadaran hati yang terdalam,” ujarnya.

Namun perjalanan itu, kata Prof. Ali, tidak dapat ditempuh tanpa melewati tahap makrifatun nafs, mengenali diri sendiri. Di sinilah peran thariqah menjadi penting sebagai penunjuk arah menuju Allah. Ia menegaskan bahwa Islam dibangun atas tiga fondasi: iman, ilmu syariat, dan ihsan yang termanifestasi dalam adab dan tasawuf.

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

“Masalahnya, banyak orang berhenti di syariat saja. Padahal tiga fondasi ini harus lengkap agar seseorang menjadi muslim yang utuh. Inti agama itu berujung pada adab,” tuturnya.

Menjernihkan Jiwa di Era Riuh Informasi

Prof. Ali juga menggarisbawahi bahwa tasawuf pada hakikatnya adalah tarbiyatur ruhani, proses pendidikan spiritual yang membawa seseorang pada pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) dan penjernihan hati (tasfiyatul qalb).

Untuk mencapainya, seorang salik harus menjalani tiga tahap:

  • takhalli (mengosongkan diri dari sifat buruk),
  • tahalli (menghias diri dengan akhlak mulia), dan
  • tajalli (menyaksikan cahaya ketuhanan dalam hati).

“Tujuan utama bertariqah dan bertasawuf adalah menjaga diri agar tidak keluar dari jalan Allah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manusia tetap berada pada derajat ahsanu taqwim,” jelasnya.

Penguatan Tradisi Keilmuan Aswaja di Kampus Hijau

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan yayasan dan universitas, di antaranya Ketua Pengurus Yayasan UNISMA Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P, Wakil Rektor II Dr. H. Ronny Malavia Mardani, serta Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Masud Said.

Prof. Agus Sugianto menegaskan bahwa Mbalah Aswaja merupakan forum yang harus terus dijaga keberlangsungannya agar civitas UNISMA tidak tercerabut dari akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

“Dari forum seperti ini, kita mendapatkan mutiara ilmu tentang peran Aswaja dalam kehidupan modern yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan UNISMA sebagai perguruan tinggi Ahlussunnah wal Jamaah tidak hanya terletak pada identitasnya, tetapi pada kemampuan menjaga dan merawat fondasi keaswajaan dengan ilmu yang bersumber dari ulama Aswaja An-Nahdliyah.

“Dengan itu, UNISMA dapat terus menebar rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.(adv/*)

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

SendShare32
Next Post

Program Kartu Penajam Cerdas Diperkuat Literasi Keuangan Siswa dan Akuntabilitas Data Sekolah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.8k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
1.9k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.