lingkaranberita.com, TANGERANG — Suasana KIM Fest 2025 di Kota Tangerang berubah semarak ketika booth KIM Mangun Karya menampilkan budaya khas Paser. Komunitas asal Desa Bangun Mulya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), itu membawa ragam identitas budaya lokal yang membuat pengunjung berhenti sejenak untuk melihat lebih dekat.
Dari tas rotan anyaman Anjat, Mandau Paser, musik tradisional gambus, hingga perhiasan adat Belian “sambang sambit” — seluruhnya ditata sebagai representasi kebanggaan masyarakat Paser. Tak berhenti di situ, KIM Mangun Karya juga mempromosikan produk UMKM khas desa seperti Batik Sekar Buen, camilan Umbikoe, hingga keripik kulit singkong.
Penampilan yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah tari Nyaronyerua, tarian daerah Paser yang mereka tampilkan langsung di area festival. Aksi panggung ini membuat booth KIM Mangun Karya ramai disinggahi, bahkan menjadi salah satu titik favorit untuk swafoto.
Selain aktivitas budaya, mereka juga memamerkan program unggulan seperti podcast, live streaming, hingga Radio FM Swara Bangun Mulya, yang menunjukkan bahwa desa dapat mengelola media informasi secara mandiri dan modern.
Kiprah KIM Mangun Karya di festival ini disebut sebagai energi baru bagi gerakan literasi dan pelestarian budaya di PPU. Kehadiran mereka bukan hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga membawa pesan bahwa budaya lokal dan inovasi digital dapat berjalan seiring dalam memperkuat identitas daerah.(adv/kominfoppu)