lingkaranberita.com, PENAJAM — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya untuk mendorong desa-desa semakin kompetitif menjelang Penilaian Arindama Pembangunan 2025. Komitmen itu ditegaskan melalui agenda pembahasan indikator Arindama bersama Pemprov Kalimantan Timur secara daring, Kamis (13/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, DPMD PPU memanfaatkan forum untuk menyelaraskan strategi dan mengevaluasi kesiapan desa. Arindama 2025 dinilai sebagai wadah penting untuk memacu kreativitas desa, terutama dalam inovasi pelayanan publik dan penguatan tata kelola.
Kepala DPMD Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, menyampaikan bahwa keterlibatan PPU pada penilaian tahun depan menunjukkan sinyal positif dari daerah yang ingin terus mengembangkan desa-desa binaannya.
“Semangat mengikuti Arindama ini adalah bukti bahwa PPU terus mendorong lahirnya desa yang maju, adaptif, dan mampu bersaing secara sehat,” kata Puguh.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, memaparkan arah kebijakan daerah dalam menyongsong Arindama 2025. Ia menegaskan bahwa pembinaan desa tidak hanya fokus pada peningkatan administrasi, tetapi juga pada pemberdayaan dan penguatan peran desa dalam pembangunan.
“Kami telah menerbitkan 30 regulasi untuk menopang tata kelola pemerintahan desa agar semakin profesional, transparan, dan partisipatif,” ungkapnya.
Tita menambahkan bahwa Arindama Membangun 2025 menjadi momentum bagi desa-desa untuk meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan inovasi, serta menciptakan kompetisi yang sehat antardesa.
Agenda pembahasan indikator berjalan dinamis dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberi ruang bagi peserta menyampaikan kebutuhan dan tantangan terkait penerapan indikator di wilayah masing-masing.(adv/kominfoppu)