Lingkaranberita.com, PENAJAM — Dinamika menarik muncul dalam gelaran MTQ ke-46 Tingkat Kecamatan Penajam. Selain jumlah peserta yang mencapai 322 orang, komposisi kekuatan kafilah dari 18 kelurahan dan desa menampilkan peta persaingan yang cukup berwarna.
Ketua Panitia Andi Sutriani Mulyadi melaporkan bahwa Desa Giri Mukti menjadi kontingen terbesar dengan 43 peserta, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu lumbung qari dan qariah di kecamatan tersebut. Menyusul kemudian Kelurahan Nipah-Nipah (37 orang), Kelurahan Nenang (34 orang), dan Kelurahan Penajam (33 orang).
Di sisi lain, beberapa kelurahan tampil dengan jumlah peserta minimal—di antaranya Kelurahan Jenebora yang hanya mengirim 4 peserta, serta Kelurahan Kampung Baru dan Riko masing-masing 5 peserta.
“Partisipasi yang beragam ini menunjukkan semangat masyarakat dari berbagai wilayah untuk ambil bagian dalam syiar Al-Qur’an,” ujar Andi.
Kafila dari Gunung Seteleng, sebagai tuan rumah, mengirim 30 peserta. Sementara kelurahan lain seperti Sotek, Petung, Sungai Paret, Sidorejo, Giri Purwa, Sepan, Sesumpuh, dan Gresik turut mewarnai kompetisi dengan total puluhan peserta lainnya.
Hadir pada kesempatan itu Kepala Kemenag PPU Muhammad Syahrir, Anggota DPRD Komisi II Thohiron, Camat Penajam Dahlan, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tamu undangan.
Dengan komposisi peserta yang begitu beragam, MTQ tahun ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara baru, tetapi juga membuka persaingan sehat antarwilayah sekaligus memperluas pembinaan generasi Qurani di Kecamatan Penajam.(adv/kominfoppu)