Lingkaranberita.com, Malang, — Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mempertegas komitmennya dalam membangun wawasan global melalui kehadiran ulama terkemuka dalam gelaran Kuliah Ulama Internasional. Kali ini, Unisma menghadirkan Rektor Universitas Imam Syafi’i Mukalla, Yaman, Syekh Dr. Muhammad bin Ali Ba’atiyah yang menyampaikan materi bertajuk “Ma’alim As-Salam Al-Alami fil Quran Al-Karim”—Landasan Perdamaian Dunia dalam Al-Qur’an.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

Dalam kuliah umum yang berlangsung pada Selasa (17/6), Syekh Muhammad menekankan bahwa Islam merupakan agama yang membawa pesan universal tentang perdamaian dan kasih sayang. “Perdamaian adalah karakter utama dalam dakwah Nabi Muhammad SAW. Islam tidak datang membawa kekerasan, melainkan rahmat bagi seluruh alam,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta pimpinan kampus.
Syekh Muhammad juga membagikan kisah inspiratif dari masa awal dakwah Nabi di Madinah, ketika seorang rahib Yahudi menyaksikan pancaran keteduhan dari wajah Rasulullah. “Dari sana terlihat bahwa Islam menyebarkan kedamaian, tidak hanya untuk kaum muslim, tetapi juga kepada seluruh masyarakat lintas agama,” ungkapnya.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Unisma Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.P., M.P., Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., serta jajaran wakil rektor dan pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof. Junaidi menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi Unisma dalam membangun generasi intelektual berdaya saing global. Ia menjelaskan bahwa Unisma tengah memperkuat tiga pilar utama dalam pendidikan, yakni keagamaan, keilmuan, dan kebangsaan.
“Mahasiswa kami dididik untuk memiliki fondasi agama yang kuat, penguasaan ilmu sesuai bidangnya, dan semangat cinta tanah air. Ini adalah bentuk kontribusi nyata Unisma dalam mencetak lulusan yang berintegritas dan mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Prof. Junaidi.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama global, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unisma dan Universitas Imam Syafi’i, Mukalla. Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen menjalin program pertukaran mahasiswa dan beasiswa studi dua negara.
“Program pertukaran mahasiswa akan kami rancang secara bertahap. Salah satu bentuknya bisa berupa studi dua tahun di Unisma dan dua tahun di Yaman. Kami optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua institusi,” imbuh Prof. Junaidi.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal Unisma dalam memperluas jejaring internasionalnya menuju visi besar menjadi World Class University. Pihak kampus juga memastikan implementasi kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti melalui Lembaga Urusan Internasional.( adv/)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id