lingkaranberita.com, MALANG – Tahun 2025 ini, Universitas Islam Malang (Unisma Malang) kembali menyembelih puluhan hewan kurban, Sabtu (7/6/2025). Tercatat total 22 ekor sapi dan 29 ekor kambing disembelih, baik di lingkungan kampus maupun di sejumlah lembaga mitra di Jawa Timur.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Rektor Unisma, Prof. Junaidi mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan masyarakat dan berbagai pihak yang menitipkan hewan kurban kepada Unisma.
“Alhamdulillah, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami dipercaya oleh masyarakat sekitar, sivitas akademika, dan mitra lembaga, termasuk dari Rumah Amal Salman Masjid ITB,” ujarnya.
Salah satu hal yang menarik tahun ini adalah kepercayaan dari Rumah Amal Salman Masjid ITB (Institut Teknologi Bandung) yang menyerahkan penyembelihan hewan kurban kepada tiga kampus besar di Jawa Timur, yakni ITS, Universitas Brawijaya (UB), dan Unisma. Selain itu, Unisma juga menerima hewan kurban dari mitra perbankan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), serta masyarakat umum.
Dari total 22 sapi, sebanyak 9 ekor disembelih di dalam kampus, sementara 13 ekor lainnya disembelih di luar kampus seperti di pondok pesantren, sekolah, dan yayasan yatim piatu. Untuk kambing, 11 ekor disembelih di Unisma dan 18 ekor di luar kampus.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Unisma menargetkan ribuan paket daging kurban bisa didistribusikan kepada masyarakat. Setiap paket berisi sekitar satu kilogram daging, yang sebagian besar disalurkan kepadaWarga sekitar kampus, penerima bantuan berdasarkan proposal, mitra Unisma di Kota dan Kabupaten Malang, dan lembaga pendidikan dan sosial, termasuk pondok pesantren.
Unisma juga mencatat partisipasi unik dari seorang non-Muslim yang turut bersedekah dengan cara menitipkan kambing kurban untuk disembelih bersama hewan lainnya dan disalurkan kepada yang membutuhkan.
“Ini membuktikan bahwa Unisma mendapat kepercayaan dari berbagai kalangan karena akuntabilitas dan komitmen sosial kampus,” jelas Prof. Junaidi.
Dalam refleksi makna Idul Adha, Prof. Junaidi mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai dari peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. “Dua nilai penting dari Idul Adha adalah ketaatan dan kesabaran. Semoga kita semua bisa merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dengan tema “Kurban Berdampak”, Unisma ingin memastikan bahwa ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar kampus dan wilayah mitra. (*adv)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id