Lingkaranberita.com, Penajam – Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2024 patut diapresiasi, namun bagi Anggota Komisi I DPRD PPU, Muhammad Bijak Ilhamdani, capaian ini belum cukup untuk membuat pemerintah daerah berpuas diri.
Ia menyebut keberhasilan mencapai angka Rp170 miliar sebagai langkah awal yang baik, tetapi belum mencerminkan potensi maksimal yang dimiliki daerah.
“Kalau kita bicara angka, memang naik. Tapi ini masih tipis. Kita harus lebih berani menantang diri di tahun depan,” tegas Bijak saat berbicara dalam pertemuan dengan awak media di Kantor DPRD PPU, Senin (24/4/2025).
Bijak menilai, selama ini PAD PPU masih bergantung pada sumber-sumber konvensional. Tanpa diversifikasi, pertumbuhan akan stagnan dan rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melalui Perangkat Daerah (PD) PAD untuk memperluas cakupan pendapatan.
“Sudah waktunya kita keluar dari zona nyaman. Jangan hanya mengandalkan sektor lama. Kita butuh terobosan baru untuk menggali potensi lain, baik dari sektor pariwisata, digital, maupun aset daerah yang belum tergarap,” ujarnya.
Selain mengejar angka pendapatan, DPRD juga fokus pada penyelesaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2024 yang menjadi landasan penting bagi arah kebijakan pembangunan ke depan. Tenggat waktu 19 Mei 2025 ditekankan sebagai batas akhir penyusunan laporan yang akan menjadi rujukan penting dalam pengelolaan aset dan kebijakan fiskal daerah.
“LKPJ bukan sekadar formalitas. Itu peta jalan pembangunan ke depan. Kalau selesai tepat waktu, kita bisa melangkah lebih cepat dan lebih presisi,” imbuhnya.
Dengan pengelolaan yang lebih cermat dan strategi yang diperbarui, Bijak yakin PPU mampu meningkatkan PAD secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa potensi PPU terlalu besar jika hanya dikelola dengan cara lama.
“Daerah ini punya masa depan. Tapi untuk sampai ke sana, kita harus mulai berani mengubah cara kita bekerja,” tutupnya.(adv/DPRD PPU)