Lingkaranberita.com, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan akan terus mengakomodasi pembuangan sampah dari kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, meskipun daerah tersebut belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mandiri. Keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi bersama pihak Otorita IKN dan mempertimbangkan urgensi pengelolaan limbah domestik di wilayah tersebut.
Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan pengelolaan sampah sebagai bentuk kontribusi daerah terhadap pembangunan IKN yang kini terus berjalan. “Hasil pertemuan kami dengan pihak Otorita IKN menyepakati bahwa DLH PPU akan terus mengakomodasi pembuangan sampah dari IKN karena hingga kini wilayah tersebut belum memiliki TPA sendiri,” jelas Safwana saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/4/2025).
Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh sampah yang dikirim ke TPA Buluminung dari wilayah IKN, khususnya Kecamatan Sepaku, wajib melalui proses pemilahan sebelum dibuang. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban operasional serta memperpanjang usia pakai TPA yang saat ini memiliki luas sekitar 18 hektare.
“Kalau sampah tidak dipilah, maka kapasitas TPA akan cepat penuh. Padahal lahan yang kita miliki terbatas, dan pengembangan butuh waktu serta biaya besar. Maka dari itu, proses pemilahan sangat penting dilakukan sejak dari sumbernya,” tegas Safwana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilahan sampah tidak hanya untuk kepentingan teknis pengelolaan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, kertas, atau logam, bisa diolah atau dijual kembali melalui kerja sama dengan bank sampah yang tersebar di wilayah PPU.
“Ini juga peluang ekonomi. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan bisa dijual ke bank sampah. Selain mengurangi beban TPA, ini juga membuka peluang kerja dan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Seiring dengan percepatan pembangunan IKN dan meningkatnya jumlah pekerja serta penduduk di kawasan Sepaku, DLH PPU mencatat adanya tren peningkatan volume sampah yang signifikan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem pengelolaan di TPA Buluminung.
“Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan penambahan alat berat untuk menunjang pengelolaan sampah di TPA. Namun, kami juga masih membutuhkan tambahan armada pengangkut agar distribusi dan pengelolaan bisa lebih optimal,” tambahnya.
DLH PPU juga terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan pihak Otorita IKN guna merumuskan solusi jangka panjang, termasuk rencana pembangunan TPA khusus untuk wilayah IKN di masa mendatang.
Dengan situasi dinamis akibat pembangunan IKN yang terus berlangsung, Safwana menegaskan bahwa komitmen DLH PPU tetap sama: menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan, baik untuk masyarakat lokal maupun pendatang baru yang akan menghuni Ibu Kota Negara ke depan.(adv/kominfoppu)