Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan hasil positif dalam sektor perikanan budi daya, dengan produksi mencapai sekitar 36 ribu ton sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan air tawar masyarakat PPU yang berjumlah sekitar 196 ribu jiwa.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar, menjelaskan bahwa produksi perikanan budi daya yang mencapai 36 ribu ton telah mencukupi kebutuhan masyarakat Benuo Taka, terutama bagi sekitar 30 persen warga yang mengonsumsi ikan air tawar.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 196 ribu jiwa, dan asumsi 30 persen di antaranya mengonsumsi ikan air tawar, produksi kita sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal,” ujar Musakkar, baru-baru ini.
Sukses ini, menurut Musakkar, tidak lepas dari peran aktif masyarakat, khususnya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang kini berjumlah 447 kelompok. Selain itu, program budidaya ikan dengan memanfaatkan pekarangan rumah juga terbukti memberikan dampak positif, karena memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan lokal.
“Program pemanfaatan pekarangan rumah untuk budi daya ikan sangat diminati. Hal ini terbukti dapat mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan turut meningkatkan produktivitas sektor perikanan,” tambahnya.
Produksi perikanan budi daya Kabupaten PPU tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga sudah dipasarkan ke daerah-daerah tetangga. Namun, menurut Musakkar, untuk ekspor ke luar negeri masih belum dilakukan.
“Untuk saat ini, produksi ikan budi daya kita sudah disalurkan ke beberapa daerah tetangga. Namun, ekspor ke luar negeri masih belum kita lakukan,” katanya.
Musakkar juga menjelaskan bahwa meski memulai budi daya ikan di pekarangan rumah relatif tidak terlalu sulit, namun dibutuhkan kemauan dan ketelatenan. Pemeliharaan kolam ikan, termasuk menjaga kualitas air dan pemberian pakan yang tepat, menjadi tantangan utama.
“Memang tidak mudah, karena setiap individu yang berminat untuk memulai budi daya ikan harus memiliki kemauan ekstra. Mereka harus tahu cara menjaga kualitas air dan mengetahui waktu yang tepat untuk memberi pakan,” ujarnya.
Namun demikian, Musakkar optimis bahwa dengan pengalaman dan bimbingan dari penyuluh perikanan serta Diskan PPU, masyarakat yang terlibat dalam program ini akan semakin memahami teknik yang tepat dalam budidaya ikan.
“Tentu kami selalu melakukan pemantauan dan memberikan bimbingan serta bantuan agar masyarakat semakin terampil dalam membudidayakan ikan,” tutupnya. (adv/kominfoppu)