Lingkaranberita.com, PENAJAM – Proyek revitalisasi ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini telah mencapai progres 25%. Dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar, proyek ini bertujuan untuk memperbarui tampilan dan meningkatkan daya tarik objek wisata mangrove, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief, menjelaskan bahwa revitalisasi ekowisata mangrove ini direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2024, dengan target rampung antara bulan November hingga Desember.
“Progres revitalisasi ekowisata mangrove Kampung Baru sudah mencapai 25%. Kami optimis proyek ini selesai sesuai target, antara November atau Desember tahun ini,” ujar Andi Israwati saat ditemui di kantornya.
Revitalisasi ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pembangunan blok kiri yang akan terhubung dengan area lainnya. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki dan menambah fasilitas pendukung yang akan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Pekerjaan terus berlanjut, terutama pada pembangunan blok kiri yang nantinya akan menyambung ke bagian lainnya. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan kawasan ekowisata,” jelas Andi.
Selain peningkatan infrastruktur fisik, Disbudpar juga tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk mendukung sistem pengelolaan ekowisata yang lebih baik. Salah satunya adalah rencana penerapan sistem tiket otomatis di pintu masuk kawasan ekowisata mangrove.
“Sistem tiket otomatis ini diharapkan dapat mempermudah pengunjung dan membuat pengelolaan lebih tertib dan terkontrol. Namun, untuk sementara waktu, sistem ini belum diterapkan karena masih memerlukan pengaturan lebih lanjut dan pemeliharaan khusus,” ungkap Andi.
Disbudpar PPU berharap penerapan sistem otomatis ini dapat meningkatkan efisiensi operasional kawasan ekowisata dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pendapatan daerah.
“Kami masih dalam proses untuk merumuskan regulasi terkait sistem tiket otomatis ini. Setelah aturan selesai, kami akan segera mengimplementasikannya untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung,” tambahnya.
Dengan berbagai inovasi yang sedang dijalankan, diharapkan ekowisata mangrove Kampung Baru dapat menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan pendapatan asli daerah. (adv/kominfoppu)