Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mendorong peran aktif generasi muda dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kepala DLH PPU, Safwana, menilai bahwa generasi muda di Kabupaten PPU, khususnya di Benuo Taka, sudah cukup peduli terhadap kebersihan dan penerapan konsep lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Generasi muda kita sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Melalui program ini, kami ingin membuktikan sejauh mana komitmen mereka dalam menjaga lingkungan hidup,” ujar Safwana saat membahas Sekolah Adiwiyata di Kabupaten PPU dalam podcast Kapefm baru-baru ini.
Safwana menambahkan bahwa program Pemilihan Duta Lingkungan 2024 ini akan menjadi momentum penting bagi pelajar di Kabupaten PPU untuk menunjukkan inovasi dan kontribusi mereka dalam mendukung upaya pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Pemilihan Duta Lingkungan ini bukan hanya soal kata-kata, tetapi tentang bagaimana mereka mengimplementasikan konsep lingkungan hidup yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Safwana.
Sebagai bagian dari program ini, peserta diwajibkan untuk menulis esai secara berkelompok atau berpasangan mengenai pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penilaian akan dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari berbagai pihak terkait, termasuk dari DLH, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora), serta TP PKK Kabupaten PPU.
“Penilaian akan melihat sejauh mana mereka memahami dan mengaplikasikan konsep lingkungan hidup yang berkelanjutan, serta komitmen mereka terhadap upaya pelestarian lingkungan,” kata Safwana.
Melalui program ini, DLH PPU berharap dapat melahirkan Duta Lingkungan yang tidak hanya memiliki pemahaman teori, tetapi juga menunjukkan tindakan nyata dalam mencintai dan merawat lingkungan, terutama di Kabupaten PPU.
“Harapannya, program ini akan menginspirasi pelajar SMP dan SMA sederajat di Kabupaten PPU untuk berkontribusi lebih dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakan yang mencerminkan kecintaan mereka terhadap lingkungan,” tutup Safwana.(adv/kominfokutim)