Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah fokus pada proyek revitalisasi ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam. Proyek yang dimulai sejak 20 hari lalu ini ditargetkan rampung pada November 2024, meski terkendala cuaca dan pengadaan material.
Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman, mengungkapkan bahwa revitalisasi mangrove tersebut bertujuan untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat wisata edukasi. Pengunjung akan diajak untuk mengenal lebih dalam berbagai jenis mangrove, termasuk yang telah berusia ratusan tahun.
“Jika tidak ada hambatan lebih lanjut, kami targetkan proyek selesai pada November 2024. Meskipun saat ini kami menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait cuaca buruk dan keterlambatan pengadaan material dari luar daerah,” ujar Juzlizar.
Salah satu tujuan utama revitalisasi ini adalah memperkenalkan edukasi lingkungan, khususnya bagi anak-anak, yang dapat belajar tentang ekosistem mangrove melalui penjelasan dan label yang akan dipasang di area wisata. “Setelah selesai, pengunjung dapat lebih mudah mengenal berbagai jenis mangrove melalui papan informasi yang disediakan,” tambahnya.
Selain menjadi destinasi wisata edukatif, diharapkan ekowisata mangrove ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke PPU dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Juzlizar juga menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini dilakukan dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Baru, yang dilatih untuk mengelola promosi wisata dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
“Kami bekerja sama dengan Pokdarwis setempat untuk memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan hasil mangrove dalam produk ekonomi kreatif, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan selesainya proyek ini, Disbudpar PPU optimis ekowisata mangrove Kampung Baru akan menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai edukatif dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.(adv/Kominfoppu)