• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Pemkab PPU Perkuat Pelestarian Bahasa Paser Lewat Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah

30/08/2024
in PENAJAM
0

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.(ist)

554
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin serius dalam melestarikan Bahasa Paser melalui penerapan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah. Bahasa Paser kini menjadi pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya lokal.

Related Posts

Dorong Adaptasi Daerah Hadapi IKN, PPU Lakukan Evaluasi Menyeluruh untuk Pimpinan Tinggi Pratama

Disdikpora Terapkan Skema “Cadangan Kepemimpinan” untuk Stabilkan Manajemen Pendidikan PPU

Waris Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Pokdarwis

PPU Gencarkan Sosialisasi Aturan Ketenagakerjaan, 147 Perusahaan Mulai Lengkapi Laporan Operasi

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, mengatakan bahwa langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan Bahasa Paser di tengah masyarakat. “Setiap sekolah SD dan SMP di Kabupaten PPU kini wajib menyelenggarakan pelajaran Bahasa Paser sebagai bagian dari kurikulum Muatan Lokal,” ujar Andi pada Jumat (30/8/2024).

Meski demikian, Andi mengakui bahwa masih ada kendala terkait jumlah tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajarkan Bahasa Paser. Saat ini, banyak sekolah yang belum memiliki guru khusus, sehingga satu guru kerap mengajar di beberapa sekolah sekaligus. “Saat ini, jam pelajaran Bahasa Paser hanya dua jam per minggu, dan kami masih berupaya menambah jumlah guru yang mampu mengajar bahasa ini,” tambahnya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Disdikpora PPU secara berkala mengadakan pelatihan bagi para guru agar mereka tertarik dan mampu mengajarkan Bahasa Paser. Andi juga menyoroti belum adanya program studi Bahasa Paser di perguruan tinggi, sehingga pelatihan menjadi solusi sementara.

Selain itu, Andi mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya ini dengan mempraktikkan Bahasa Paser dalam kehidupan sehari-hari. “Bahasa Paser merupakan salah satu bahasa daerah yang terancam punah, menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim. Penting bagi kita semua untuk menjaga bahasa ini tetap hidup dengan mengajarkannya di sekolah dan menggunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Andi. (Adv/Kominfoppu)

SendShare33
Next Post

Bupati Kutim Resmikan Listrik 24 Jam di Desa Pengadan, Warga Sambut Antusias

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.8k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
1.9k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.