Lingkaranberita.com, Penajam– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan perundungan di kalangan pelajar. Program ini menargetkan siswa mulai dari SD hingga SMA sederajat guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Kami turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi terkait pencegahan perundungan,” kata Nurkaidah, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan P3AP2KB Penajam Paser Utara, Selasa (29/8).
Selain menyasar siswa, program ini juga melibatkan guru untuk memastikan mereka mampu mendeteksi dan menangani kasus perundungan sejak dini. Peran guru dianggap sangat penting dalam menjaga sikap siswa agar tidak terlibat dalam aksi perundungan serta memastikan tindakan cepat diambil jika ditemukan korban.
“Kita semua, termasuk orang tua dan guru, harus waspada. Perundungan bisa terjadi di sekolah, rumah, atau lingkungan bermain, dan sering kali pelakunya adalah orang terdekat,” lanjut Nurkaidah. Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kekerasan, baik terhadap anak-anak maupun perempuan.
Selain fokus pada perundungan, P3AP2KB juga mengedukasi siswa dan guru mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Berdasarkan data, pada 2023 tercatat 45 kasus kekerasan dengan 31 korban anak-anak dan 14 korban perempuan. Hingga Agustus 2024, jumlah kasus yang terlapor mencapai 32, dengan 23 korban anak-anak dan 9 korban perempuan.
“Kami berharap sekolah-sekolah dapat terus bekerja sama untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan terbebas dari kekerasan maupun perundungan,” tutup Nurkaidah. (Adv/Kominfoppu)