• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Inovasi Dosen Unisma: Probiotik Plus Acidifier Kurangi Bau Ammonia di Kandang Ayam Wajak

29/07/2024
in EDUCATION
0

Dosen UNISMA Malang ketika mempraktekkan penemuannya di masyarakat.(ist)

554
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Malang,  – Tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil mengembangkan inovasi baru berupa citrus lactotamarinas, probiotik plus acidifier, untuk mengatasi masalah bau ammonia di kandang unggas di Kecamatan Wajak, Malang. Inovasi ini dilaksanakan melalui program hibah pengembangan prodi, dengan tujuan memberikan solusi bagi peternak ayam yang kerap mengeluhkan bau tidak sedap akibat penumpukan kotoran unggas.

Related Posts

Gandeng UiTM, Unisma Perkuat Diplomasi Akademik untuk Tembus Kampus Kelas Dunia

Unisma Tancap Gas di Usia Ke-45, Halalbihalal Jadi Energi Baru Menuju Kampus Kelas Dunia

Dari Malang ke Jepang, UNISMA Buka Pintu Dunia Lewat Pertukaran Budaya 2026

Riset Dosen Unisma Ungkap Khasiat Antibakteri Daun Salam

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

Tim dosen yang terlibat dalam pengembangan ini terdiri dari Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt M.Si IPP, Ir. Farid Wadjdi, M.P, Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P, dan Dr. Dyah Lestari Yulianti, S.Pt M.P. Mereka dibantu oleh mahasiswa perwakilan himaprodi, BEM, serta panitia pengabdian masyarakat.

Bau ammonia yang menyengat berasal dari kotoran unggas yang menumpuk dan tidak tertangani dengan baik, memproduksi ammonia melalui konversi protein oleh mikroba patogen. Melalui penelitian panjang, tim dosen Unisma berhasil mengembangkan citrus lactotamarinas, cairan anti ammonia yang dapat digunakan sebagai campuran air minum unggas dan cairan penyemprotan eksreta unggas.

Citrus lactotamarinas dibuat dari fermentasi kulit jeruk, kulit nanas, dan asam jawa dengan media probiotik serta tetes tebu atau gula merah. Kulit jeruk berfungsi sebagai antioksidan dan anti serangga, sementara kulit nanas dan asam jawa berfungsi sebagai acidifier. Probiotik yang digunakan adalah campuran dari Nitrobacter dan Lactobacillus subtilis.

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

Menurut Eko, salah satu peternak unggas di Desa Wonokoyo, penggunaan citrus lactotamarinas terbukti efektif. “Kandang unggas yang telah disemprot citrus lactotamarinas menjadi tidak berbau menyengat dan eksretanya menjadi kering sehingga bisa langsung kita tampung sebagai pupuk kandang siap pakai. Kami sangat senang dengan adanya program pelatihan dan implementasi produk probiotik antiamonia ini. Ternak kami menjadi sehat dan lingkungan pun menjadi asri,” ujar Eko.

Gas ammonia yang dihasilkan dari kotoran ternak yang terakumulasi sangat berbahaya, baik bagi unggas maupun manusia. Gas ini dapat menurunkan produktivitas ternak dan imunitas, serta menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan. Bagi manusia, paparan gas ammonia dalam jumlah tinggi dan waktu yang lama dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan iritasi mata.

Pelatihan pembuatan citrus lactotamarinas ini sangat bermanfaat bagi para peternak. Selain meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak, inovasi ini juga berdampak positif pada lingkungan sekitar kandang unggas. Para peternak berharap tim dosen Unisma terus mendampingi mereka dan menyediakan starter probiotik agar usaha budidaya ayam semakin menguntungkan.

Dengan adanya inovasi ini, peternak di Kecamatan Wajak optimis bahwa kesejahteraan mereka akan meningkat dan lingkungan sekitar kandang menjadi lebih sehat. “Kami berharap dosen Unisma terus berinovasi agar kesejahteraan peternak bisa meningkat dengan adanya produk-produk unggulan yang bisa diimplementasikan langsung di kandang unggas,” pungkas Alta, salah satu peternak millennial.(tar/)

SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id

SendShare33
Next Post

Kerja Nyata Edi Damansyah Dapat Apresiasi Akademisi, Kukar Terus Maju

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.