Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Langkah besar telah diambil oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, dalam mengembangkan potensi pariwisata Desa Pela. Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Informasi Center Promosi Wisata Pela, Wabup Rendi Solihin mengungkapkan rencana penyaluran dana sebesar Rp1 miliar untuk membangun fasilitas homestay.
Menyoroti kesempatan ini, Rendi Solihin menegaskan komitmennya dalam mengangkat sektor pariwisata Desa Pela. “Dana sebesar Rp1 miliar telah dialokasikan khusus untuk pembangunan homestay di Desa Pela tahun ini,” ujarnya dengan antusias.
Selama kunjungannya, Rendi Solihin juga tak henti-hentinya memuji potensi wisata Desa Pela. Dari poster edukasi tentang pesut Mahakam hingga jaring tangkap tradisional yang masih digunakan oleh nelayan lokal, semuanya menarik perhatiannya.
“Informasi Center ini sangat berharga karena tidak hanya memperkenalkan pesona pesut Mahakam, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistemnya,” tambahnya.
Kehadiran wisata baru di Desa Pela telah mencuri perhatian, menjadi magnet bagi pengunjung di Kalimantan Timur. Dengan menawarkan pengalaman unik di sepanjang Sungai Mahakam, Desa Pela berhasil menarik minat banyak orang. Menariknya lagi, sebagian besar penduduknya adalah nelayan ikan tangkap.
Bahkan, pesona Desa Pela telah disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salehuddin Uno, saat peninjauan destinasi baru yang masuk dalam peringkat 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2022.
Namun, di balik pesonanya, habitat pesut Mahakam di Desa Pela menghadapi ancaman serius. Populasi lumba-lumba air tawar ini kini tinggal sekitar 70 ekor, membuatnya terancam punah. Poster edukasi di pusat informasi memperingatkan akan pentingnya perlindungan terhadap spesies ini.
Kunjungan Wabup Rendi Solihin bukan hanya sekadar inspeksi, tetapi juga menjadi simbol komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sambil mendorong pembangunan ekonomi lokal.(adv/kominfokukar)