Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Aidil Amin masih teringat jelas saat ia merawat seekor bekantan yang terluka oleh senapan pemburu liar di Sungai Hitam. Kejadian itu, yang terjadi awal 1990-an, menjadi titik awal perjuangan untuk melindungi primata langka tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Hitam Lestari, Aidil Amin, mengungkapkan kisah menyentuh ini, di mana upaya konservasi tidak hanya tentang melindungi bekantan, tetapi juga tentang mempertahankan habitatnya.
Perjuangan mereka tidak sia-sia, dengan perusahaan migas setempat ikut mendukung melalui Program Ekowisata Sungai Hitam Lestari pada 2019. Dukungan ini tidak hanya tentang pelestarian, tetapi juga pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Dengan upaya bersama Pokdarwis, Sungai Hitam kini menjadi destinasi wisata unggulan di Samboja. Wisata ekowisata ini tidak hanya menawarkan pengalaman unik melihat bekantan liar, tetapi juga mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Dengan tarif yang terjangkau, wisatawan memiliki kesempatan langka untuk merasakan keindahan alam dan kontribusi positif terhadap pelestarian bekantan dan habitatnya.(adv/kominfokukar)