LINGKARANBERITA.COM, BANYUWANGI – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendukung Geopark Ijen bisa masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG). Menurutnya, legitimasi tersebut bisa berdampak besar terhadap keberlanjutan pelestarian potensi yang ada di kawasan Geopark Ijen.
“Kami berharap dengan masuknya Ijen dalam jaringan UNESCO Global Geopark ini, akan bisa meningkatkan daya tarik wisata,” ungkap Menparekraf saat assessment meeting di Kantor Bupati Banyuwangi, belum lama ini.
Untuk menyukseskan hal tersebut, saran Sandi, tergantung pada beberapa hal yang menjadi penilaian. 50 persen penilaian tersebut tergantung pada geologi dan lansekap.
“Kalau ini, kita beruntung. Kita dianugerahi oleh Tuhan dengan alam yang indah dan luar biasa,” terangnya.
Sedangkan separuh penilaian lainnya bergantung kepada sumber daya manusianya. Di antaranya struktur pengelola, manajemen dan komitmen pemerintah setempat yang mencapai 25 persen. Kemudian disusul oleh pendidikan dan interpretasi lingkungan yang mencapai 15 persen. Serta, pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi warga yang berkisar sepuluh persen.
“Kuncinya ada pada tiga hal di atas. Ini yang harus diperhatikan. Semoga Geoark Ijen bisa langsung lolos penilaian,” kata Sandiaga.
“Dengan ini semua, penetapan UNESCO Global Geopark ini bisa berdampak baik bagi masyarakat di Banyuwangi dan Bondowoso. Tidak hanya sebatas keren-kerenan belaka,” tegasnya.
Dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Sandiaga Uno juga mengunjungi Pantai Plengkung (G-Land) di area Taman Nasional Alas Purwo. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut melihat pantai yang baru saja menjadi venue WSL yang diikuti berbagai negara di dunia.
Dia juga bertemu dan berbincang dengan manajemen WSL dan pengurus Persatuan Selancar Ombak Indonesia.
Geopark Ijen sendiri melingkupi dua kabupaten yang berada di kaki Gunung Ijen. Selain Kabupaten Banyuwangi juga meliputi Kabupaten Bondowoso. Di Banyuwangi sendiri Geopark Ijen meliputi kawasan Gunung Ijen, Pantai Pulau Merah, TN Alas Purwo. Lengkap dengan beragam kekayaan geosite, biosite, dan culturalsite-nya. (**)