LINGKARANBERITA.COM, SAMARINDA – Tahapan suksesi kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya sudah mencapai puncak.
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim, Selasa (22/2) kemarin, akhirnya menetapkan Rusdiansyah Aras, sebagai ketua terpilih, melanjutkan peran sebagai nakhoda dalam tubuh induk organisasi olahraga Benua Etam untuk masa bakti 2022-2026.
Dalam Sidang Pleno V Musorprov yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Kaltim, menyampaikan laporan hasil dari tahapan yang sudah dilakukan.
Dilaporkan, bahwa selama proses tahapan, hanya ada satu bakal calon (bacalon) yang mengambil dan mengembalikan berkas, yakni atas nama Rusdiansyah Aras.
“Dari verifikasi yang kami lakukan, bacalon atas nama Rusdiansyah Aras dinyatakan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum KONI Kaltim masa bakti 2022-2026,” lapor Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, H Husinsyah.
Hasil itu kemudian diserahkan kepada pimpinan sidang yang menanyakan kembali kepada peserta, apakah kandidat tersebut bisa ditetapkan sebagai calon ketua. Setelah disetujui oleh peserta yang hadir, tahap berikutnya adalah mendengarkan paparan visi dan misi dari calon ketua.
“Visi misi yang saya buat adalah penguatan dari kepemimpinan Pak Zuhdi Yahya,” Rusdi (sapaan akrab Rusdiansyah Aras) memulai paparannya.
Mengusung tema “KONI Kaltim adalah kita, terbaik di luar Jawa”, Rusdi berharap semua pihak nantinya bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan prestasi olahraga Kaltim ke depannya. Ada empat poin utama misi yang dijabarkan untuk mewujudkan visinya.
Pertama, Kaltim berdaulat dalam peningkatan prestasi olahraga, dengan memberdayakan atlet daerah. Kedua, meningkatkan pembinaan olahraga melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau sportscience.
Selanjutnya, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui olahraga. Serta yang terakhir adalah mendorong setiap kabupaten dan kota, minimal memiliki satu cabor andalan.
“Semua misi ini menuju pada target, mempertahankan karya terbaik dari kepemimpinan sebelumnya dan menjaga predikat Kaltim sebagai yang terbaik di luar Jawa,” cetus Rusdi.
Setelah itu, tanpa hambatan apapun, akhirnya Rusdi pun secara aklamasi disepakati oleh seluruh peserta sebagai ketua terpilih. Selanjutnya, selaku ketua terpilih, Rusdi ditugaskan untuk membentuk tim formatur menyusun kepengurusan KONI Kaltim periode 2022-2026. Tim diberi waktu maksimal 30 hari sejak ditetapkan sebagai ketua terpilih dalam proses penyusunan kepengurusan.
“Menetapkan, Rusdiansyah Aras sebagai Ketua Umum KONI Kaltim masa bakti 2022-2026, sekaligus sebagai ketua tim formatur kepengurusan yang ditugaskan untuk menyusun personalia, selambat-lambatnya 30 hari sejak ditetapkan,” Budhi Irawan, selaku pimpinan sidang sambil mengetuk palu.
Sesuai hasil komunikasi yang dilakukan, selanjutnya rusdi akan didampingi dua orang anggota formatur. Kedua pendamping ini melibatkan unsur dari cabor, yakni Andi Harun sebagai ketua umum pemgurus provinsi (pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim dan Al Hamid dari KONI Kabupaten Berau.
Lancarnya pelaksanaan Musoprpov KONI Kaltim ini mendapat nilai plus dari Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI pusat, Eman Sanusi. Dikatakan Eman, KONI Kaltim merupakan organisasi yang maju dan baik dalam roda kerjanya. Daerah ini disebutnya merupakan organisasi yang palinh sering berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pusat.
“Semua yang dikonsultasikan kepada kami, bisa diaplikasikan dengan baik. Tak ada koreksi, semoga di bawah kepemimpinan baru, KONI Kaltim akan semakin baik,” ucap Eman mengapresiasi lancarnya pelaksanaan Musorprov.
Menutup pelaksanaan Musorprov, Wakil Ketua I KONI pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, berpesan agar apa yang sudah baik selama ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Suwarno juga sempat menyentil cerita saat mengobrol santai dengan gubernur Kaltim beberapa waktu lalu.
“Pertama saya mengatakan ke Pak Gubernur, bahwa bonus atlet di Papua itu untuk emas Rp 1 miliar. Gubernur menjawab Kaltim tak bisa seperti seperti itu, tapi kalau setengahnya mungkin bisa. Beliau juga menegaskan bahwa dirinya tak memiliki kepentingan apa pun terkait suksesi KONI Kaltim,” tutur Suwarno.
Selanjutnya, Suwarno mengharapkan pembinaan olahraga di daerah ini bisa berjalan baik.
Menurutnya, jika di PON berikutnya, setiap kabupaten dan kota di Kaltim bisa menyumbang masing-masing satu emas, ditambahkan lagi dari target tiap-tiap pengprov, diyakininya capaian 25 emas di Papua bisa dilampaui di Aceh dan Sumatera Utara nanti.
“Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Rusdiansyah Aras. Di pundak Bapaklah masa depan KONI Kaltim, di mana daerah ini merupakan sumber atlet-atlet potensial di luar Jawa, jaga dan tingkatkan itu,” tutupnya memungkasi. (sp/*)