LINGKARANBERITA.COM, SAMARINDA – Kabut asap yang menyelimuti seputaran wilayah Bukit Pinang dalam dua pekan ini mendorong Pemkot Samarinda untuk segera menutup Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) yang berada di kawasan itu.
Pasalnya sudah ada TPA Sambutan yang dipersiapkan untuk menampung seluruh distribusi sampah yang sebelumnya berpusat di TPA Bukit Pinang. Sebelumnya pendistribusian sampah menuju Sambutan tepatnya di Pelita VII memang terkendala pembebasan lahan.
Namun Wali Kota Andi Harun (AH) meyakinkan tahun ini urusan pembebasan lahan sudah klir (selesai).
Meski belum sepenuhnya tuntas, lantaran masih ada sebagian lahan yang belum dibayarkan kepada pemiliknya. Hanya saja persoalan pembebasan itu dipastikan AH tidak akan menghambat pemindahan sampah dari TPA Bukit Pinang ke Sambutan.
Selain itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurrahmani meyakinkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan warga sekitar, lantaran kendaraan pengangkut sampahnya harus melintas lewat jalur samping TPA Sambutan. Sembari menunggu pembebasan lahan itu benar-benar tuntas.
Sebelumnya ia juga mengatakan, jika pembuangan sampah bakal dipindahkan ke TPA Sambutan, dipastikan Bukit Pinang akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sementara untuk perbaikan jalannya diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami sudah persiapkan untuk menghitung cost (pengeluaran) untuk wara-wirinya kendaraan pengangkut sampah saja,” urainya.
Sehingga setelah mendapat persetujuan, nantinya tinggal dijalankan saja. Selebihnya mengenai jalur masuk yang saat in masih menyisakan 600 meter lagi, ia serahkan ke pihak pertanahan.
Meski demikian ia menjelaskan, bahwa status TPA Sambutan sebenarnya hanya TPA transit. Luasannya mencapai lima hektare, dalam sehari mampu menampung hingga lima ton sampah. Selama sudah digunakan namun hanya untuk menampung sampah rumah tangga dan sejenisnya.
Selain itu, Wali Kota Andi Harun juga meminta agar pihaknya menyiapkan TPA abadi yang rencananya berada di Kecamatan Samarinda.
Namun untuk lokasi pastinya belum bisa dibeberkan saat ini. Guna menghindari adanya spekulasi tanah, sebab saat ini Pemkot Samarinda sedang menginventaris lahan tersebut.
Jika TPA abadi benar-benar dibangun, nantinya tidak hanya dijadikan berfungsi menjadi TPA. Namun juga menjadi tempat industri pengolahan sampah.
Sehingga urusan pembebasan lahannya sedang dikaji oleh Pemkot Samarinda. “Lokasi belum bisa dibeberkan, yang pasti jauh dari dari pemukiman warga,” pungkas AH. (sp/*)